Alasan Honda Hadirkan Mobil Hybrid Dahulu Ketimbang Listrik

Alasan Honda Hadirkan Mobil Hybrid Dahulu Ketimbang Listrik
Alasan Honda Hadirkan Mobil Hybrid Dahulu Ketimbang Listrik

Saat beberapa pabrikan mobil mulai berani memasarkan mobil listrik murni di Indonesia, Honda memilih untuk menghadirkan mobil hybrid terlebih dahulu mulai tahun depan.

PT Honda Prospect Motor (HPM) sebagai Agen Pemegang Merek (APM) mobil Honda di Indonesia pernah memasarkan mobil hybrid lewat satu modelnya bernama CR-Z. Pemasarannya di Tanah Air dimulai pada 2012 hingga akhirnya berhenti dijual pada 2016.

Lama tak memiliki model mobil berteknologi hybrid, HPM kini mulai merencanakan untuk kembali menjual mobil dengan dua sumber tenaga itu. Rencananya ada dua model mobil hybrid yang akan diluncurkan tahun depan.

READ  Ajarkan Anak Hidup Hemat Sejak Dini, Ini Trik Jitunya!

HPM masih merahasiakan nama dari dua model mobil hybrid tersebut.

Sebelumnya, pabrikan berlogo ‘H’ itu pernah membawa Accord hybrid dan CR-V hybrid dalam Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2022, Agustus lalu. Namun, pihaknya mengonfirmasikan belum tentu keduanya yang bakal rilis di Indonesia tahun depan.

Niat HPM untuk memasarkan mobil hybrid terlebih dahulu bukan tanpa alasan. Pihaknya ingin menjadikan mobil hybrid sebagai jembatan menuju mobil listrik murni.

“Untuk saat ini, pertama kami akan menjembatani dengan membuat planning untuk hybrid. Untuk pertama kali nanti akan diperkenalkan di tahun 2023, tahun depan. dan kemudian selanjutnya kami akan mendalami juga proses Battery Electric Vehicle (BEV) atau full battery,” ungkap Senior Vice President HPM, Benawati Abas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi VII DPR RI dengan Direktur Jenderal ILMATE Kementerian Perindustrian.

READ  Dibanderol Rp 632 Jutaan, KTM RC 8 C Ludes Terjual dalam Waktu 2 Menit

Benawati pun menjelaskan bahwa mereka sengaja tidak langsung memasarkan mobil listrik murni karena dikhawatirkan nantinya banyak pekerja mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Selain itu, saat ini HPM masih melakukan ekspor mobil konvensional ke puluhan negara.

“Kami masih melakukan ekspor untuk mesin ke 30 negara dan mobil juga ke 30 negara, jadi kalau seandainya dari Honda ini terjadi langsung ke BEV, maka banyak supplier kita akan tutup, dan banyak sekali pengangguran,” tegas dia.

Untuk diketahui, HPM memiliki 180 supplier, di mana 65 di antaranya menyangkut supplier untuk mesin. Manpower atau tenaga kerja yang ada sekarang berjumlah 75.000 dan HPM sendiri untuk memproduksi mesin melibatkan 1.000 manpower.

READ  All New Ertiga Suzuki Sport FF Mengaspal

Walaupun dimulai dari mobil hybrid, Benawati mengaku ikut mendukung program pemerintah untuk mencapai Net Zero Emission (NZE) pada 2060.

“Jadi kami sangat berterima kasih atas dukungan pemerintah dan kami akan mengikuti road map regulasi dari pemerintah,” pungkas dia.