Catatan Perjalanan Berwisata Di Banyuwangi Bersama Mobil SUV MG

Catatan Perjalanan Berwisata Di Banyuwangi Bersama Mobil SUV MG
Catatan Perjalanan Berwisata Di Banyuwangi Bersama Mobil SUV MG

Pada saat ini MG Motor Indonesia memiliki dua mobil SUV yang menjadi andalannya untuk pasar Indonesia, yakni MG ZS dan MG HS.

Model yang pertama disebut memiliki banderol Rp304,8 juta sampai Rp344,8 juta.

Sementara model berikutnya dijual Rp395,8 juta sampai Rp494,8 juta.

Dilihat dari angkanya, mobil-mobil SUV MG memiliki harga yang bersaing dibandingkan para rival.

Aspek keterjangkauan boleh dibilang memang menjadi daya tarik untuk mobil-mobil MG.

Namun, bagaimana hal tersebut diterjemahkan ke dalam pengalaman berkendara?

Walau kedua mobil ini termasuk model yang sudah lama rilis di Indonesia, tapi Carmudi coba mengajak pembaca kembali mengenalnya lebih dekat.

Tepatnya melalui perjalanan mengunjungi beberapa destinasi wisata di Banyuwangi dan sekitarnya yang terlaksana berkat undangan MG Motor Indonesia pekan lalu, 7—9 Desember 2022.

Perjalanan Hari Pertama Bersama Mobil SUV MG ZS

Pada hari pertama perjalanan ini Carmudi kebagian berkendara dengan MG ZS varian tertinggi alias Magnify.

Duduk di bangku belakang, mesti diakui SUV Rp300 jutaan ini tidak memiliki banyak tawaran fitur untuk penumpangnya.

Untungnya faktor kenyamanan tetap terjaga dengan ruang kaki dan kepala yang cukup idealnya.

Cuaca panas ciri khas dari daerah pesisir masih bisa diatasi oleh AC mobil ini, walau penumpang belakang harus mengandalkan semburan angin dari depan.

READ  Apa Bedanya Harga On The Road dan Off The Road?

Hal yang menyenangkan bagi penumpang belakang mobil ini ialah tak perlu repot ketika hendak mengisi baterai handphone.

Sebabnya tersedia dua buah power outlet yang menempel di konsol tengah.

Setelah rehat makan siang, redaksi berkesempatan untuk mengambil alih lingkar kemudi.

Hal yang langsung disadari ketika mengendarai mobil ini ialah radius putar setir yang agak lebar.

Walaupun dengan adaptasi beberapa saat hal itu bisa langsung diatasi.

Perjalanan pun mengarah ke destinasi pertama yaitu Taman Nasional Baluran yang secara geografis sejatinya terletak di Situbondo.

Rute yang dilewati ialah Jl. Raya Banyuwangi — Situbondo dengan jenis medan jalan raya mulus.

Dalam kondisi lalu lintas yang harus “berlomba-lomba” dengan kendaraan-kendaraan besar, mesin MG ZS masih bisa diandalkan.

Walau tanpa turbo, mesin MG ZS masih enak diajak lari untuk mendahului kendaraan di depan atau melibas tanjakan-tanjakan kecil.

Mobil ini menggunakan mesin 1.498 cc dengan tenaga puncak 82,8 hp dan torsi 150 Nm.

Namun, tak selamanya perjalanan disuguhkan dengan lalu lintas yang lancar.

Rombongan sempat dihadang kemacetan yang disebabkan oleh perbaikan jalan.

Pada situasi semacam inilah fitur Auto Vehicle Hold (AVH) sangat terasa manfaatnya.

Singkatnya, fitur ini sama saja dengan auto brake hold yang akan menahan rem mobil dengan sendirinya.

READ  Tips Mudik dengan Mobil Pribadi yang Hemat Namun Nyaman

Dengan begitu pengendara tidak perlu terus menerus menginjak rem ketika mobil sudah berhenti.

Pada MG ZS fitur bisa diaktifkan melalui tombol yang berada di konsol tengah atau tepat di sebelah tombol rem parkir elektris.

Pada saat tiba di Taman Nasional Baluran, rombongan disuguhkan jalan masuk yang sempit dengan sedikit berkelok-kelok.

Hal ini menjadi pembuktian untuk aspek pengendalian alias handling yang untungnya tergolong stabil.

Kemudian rimbunan pohon di sekeliling jalan pun menggoda keinginan membuka panoramic sunroof-nya yang tergolong panjang dan lebar.

Perjalanan ke Taman Nasional Baluran terus berlanjut hingga Pantai Bama yang berada sekitar 2,8 km di sisi timur Savana Bekol.

Di lokasi ini mobil yang redaksi kendarai sempat mengalami masalah tekanan angin ban yang berkurang.

Untungnya hal itu bisa segera diatasi berkat informasi dari fitur Tire Pressure Monitor System (TPMS).

Perjalanan Hari Kedua Ditemani MG HS

Berbeda dengan sebelumnya, pada hari kedua perjalanan redaksi berkesempatan mengendarai SUV MG HS.

Dengan harga lebih tinggi, otomatis model ini memiliki tawaran fitur yang lebih baik lagi.

Contohnya ketika redaksi mengambil posisi sebagai penumpang di belakang.

Rasanya cukup dimanjakan dengan adanya armrest dan kisi-kisi AC tersendiri untuk penumpang di sana.

Kemudian ketersediaan ruang kaki dan kepala juga lebih lega mengingat dimensi mobil yang lebih bongsor.

READ  Kapasitas Produksi Pabrik Pelumas Shell Marunda Meningkat Dobel

Salah satu hal menarik, perjalanan hari kedua turut melibatkan tanjakan dan turunan tajam di daerah Geopark Ijen.

Redaksi menganggap kondisi tersebut menjadi kesempatan yang baik mencoba fitur-fitur seperti halnya Hill Descent Control (HDC) dan Hill Start Assist (HSA) yang terdapat di mobil ini.

HDC sebenarnya bukan fitur yang eksklusif hanya tersedia di model ini sebab MG ZS juga memilikinya.

Manfaat dari fitur adalah membuat mobil dapat mengatur kecepatan sendiri ketika melalui turunan curam.

Dengan begitu pengemudi bisa lebih fokus untuk mengendalikan lingkar kemudi.

Pada MG HS, fitur ini bisa diaktifkan melalui tombol bergambar mobil seperti sedang lewat jalanan turunan yang posisinya ada di depan tuas transmisi.

Setelah ditekan bakal muncul indikator berwarna hijau dengan gambar serupa di meter cluster.

Itu artinya HDC sudah aktif dan pengemudi bisa mempercayakan mobil untuk mengatur kecepatannya sendiri di turunan.

Bagi mereka yang belum terbiasa mungkin akan merasa canggung saat fitur ini aktif.

Sebabnya rem kendaraan akan aktif dengan sendirinya bahkan terkadang agak agresif menghentikan putaran roda.

Kemudian jika sudah selesai melewati turunan maka fitur HDC bisa dimatikan dengan cara menekan tombol yang sama.