Demokrat Yakin Elite Nasdem ke Sekber Gerindra-PKB Tak Ganggu Koalisi Perubahan

Demokrat Yakin Elite Nasdem ke Sekber Gerindra-PKB Tak Ganggu Koalisi Perubahan
Demokrat Yakin Elite Nasdem ke Sekber Gerindra-PKB Tak Ganggu Koalisi Perubahan

Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat, Kamhar Lakumani mengaku yakin kunjungan DPP Nasdem ke Sekretariat Bersama (Sekber) Gerindra-PKB tidak akan mengganggu proses finalisasi dan pematangan Kaolisi Perubahan yang digagas Nasdem, Demokrat dan PKS. Menurut Kamhar, Koalisi Perubahan akan makin matang untuk mengusung Anies Baswedan sebagai bakal calon presiden (bacapres).

“Sama sekali tak mempengaruhi atau mengganggu proses politik yang telah berjalan pada Koalisi Perubahan yang terus berkemajuan,” ujar Kamhar kepada wartawan.

Menurut Kamhar, kunjungan tersebut merupakan hal yang wajar dalam politik. Dia juga yakin Nasdem bakal tetap bersama Demokrat dan PKS. “Silaturahmi politik yang dilakukan Nasdem berkunjung ke Sekretariat Bersama koalisi Gerindra dan PKB adalah hal yang wajar dan biasa saja. Membangun dan menjaga komunikasi politik lintas partai menjadi keniscayaan pada dinamika politik yang tinggi,” tandas dia.

READ  Jadi WNI, Jordi Amat dan Sandy Walsh Nyanyikan Indonesia Raya dengan Baik

Apalagi, kata Kamhar, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) telah menetapkan dukungan kepada Anies sebagai bacapres. Bahkan, AHY sudah mengajak Nasdem dan PKS untuk membentuk Sekretariat Perubahan.

“Kejelasan dan ketegasan sikap ini membuat semuanya menjadi terang benderang, menepis tudingan-tudingan yang mempertanyakan kelanjutan Koalisi Perubahan dan Mas Anies dapat tiket atau tidak,” jelas Kamhar.

Terpisah, Koordinator Juru Bicara Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra mengatakan Demokrat mengapresiasi upaya setiap parpol membangun komunikasi dan silaturahmi. AHY, kata dia, sebelum ini telah memulai tradisi membuka komunikasi dan silaturahmi lintas parpol.

READ  Bawaslu Ungkap Kendala Atasi Politik Identitas di Medsos

“Lagi pula, berbeda koalisi di Pilpres 2024 bukan berarti menutup komunikasi. Malah semakin perlu terus dijalin kebersamaannya, agar kontestasi bukan menjauhkan, melainkan semakin merekatkan. Perbedaan itu kan anugerah, jangan dijadikan sarana permusuhan,” ungkap Herzaky.

Apalagi, kata Herzaky, Nasdem, Gerindra, dan PKB saat ini sama-sama masih bagian dari pendukung pemerintah Jokowi. Karena itu, kata dia, wajar jika sesama parpol pengusung pemerintahan Jokowi membangun komunikasi meskipun beda jalan menuju 2024.

“Untuk koalisi perubahan, masih jalan terus dan semakin maju. Kunjungan teman-teman Nasdem ke Gerindra-PKB juga sudah dikomunikasikan sebelumnya dengan kami. Doakan saja Sekretariat Perubahan segera terbentuk, dan deklarasi bisa dilakukan pada momentum yang tepat,” pungkas Herzaky.

READ  Kuasa Hukum Optimistis Keadilan Berpihak pada Bharada E