Ganti Sendiri, Volume Oli Mesin Mobil Jangan Kebanyakan Juga!

Ganti Sendiri, Volume Oli Mesin Mobil Jangan Kebanyakan Juga!
Ganti Sendiri, Volume Oli Mesin Mobil Jangan Kebanyakan Juga!

Ganti oli mobil, baik sendiri atau ke bengkel, merupakan hal wajib untuk dilakukan dalam rangka perawatan rutin agar mobil selalu prima.

Khusus bagi Carmudian yang mau ganti oli mobil sendiri, pastikan untuk melakukannya secara benar.

Salah satu hal yang kadang luput dari perhatian adalah volume pelumas itu sendiri; tidak boleh kurang atau lebih.

Volume oli yang tidak sesuai takaran maka dapat dipastikan akan ada dampak yang dirasakan oleh mesin.

Brahma Putra Mahayana, Technical Specialist PT Pertamina Lubricants (PTPL) mengatakan kalau jumlah volume oli di mesin kebanyakan maka bisa menurunkan performa.

“Tarikan, terutama pada putaran tinggi akan terasa berat, padahal pedal gas sudah diinjak penuh,” kata Brahma seperti dikutip dari siaran resmi yang Carmudi terima, Jumat (14/10/2022).

READ  Manfaat Sabun Antiseptik, Efektifkah Basmi Virus dan Bakteri

Pelumas yang berlebih akan menimbulkan fenomena “churning” di mana mesin harus bekerja ekstra guna menembus oli yang berlebih.

Nantinya, masih menurut Brahma, akan berefek pada munculnya gelembung udara di dalam oli sehingga kemampuan melumasi komponen mesin juga akan berkurang.

“Kinerja pompa oli dalam mendistribusikan pelumas ke jantung mekanis mobil pun terganggu,” sambungnya.

Kondisi kurang ‘menyehatkan’ pun akan terjadi kalau jumlah volume oli pada mesin kurang.

Bahkan risiko kerusakan akan lebih besar.

Oli yang berfungsi melumasi material tidak akan maksimal dan berpotensi menimbulkan keausan sehingga mesin pun menjadi lebih cepat panas.

READ  Manfaat Blewah: ‘Primadona’ Ramadan yang Istimewa

Hal ini bisa diketahui dari timbulnya suara kasar akibat gesekan antar komponen pada mesin.

“Suhu pelumas juga akan semakin panas dan menyebabkan oksidasi karena hasil pembakaran dalam mesin mengkontaminasi pelumas dan memicu oksidasi lebih cepat,” tutur Brahma.

Jika ini dibiarkan maka lama-kelamaan akan membentuk sludge (lumpur) yang lagi-lagi bisa menyebabkan keausan pada metal.

Singkatnya, tinggal tunggu waktu saja sebelum engine jammed alias mogok.

Menurut Brahma, ganti oli mobil sendiri itu hal yang tidak sulit karena untuk mengetahui volumenya sudah pas atau belum cukup melihat dipstick sebagai patokan.

“Sebaiknya tidak melebihi huruf F (full) dan segera tambahkan pelumas apabila level pelumas sudah berada di antara huruf E (empty) dan F hingga mendekati huruf F,” jelasnya.

READ  Suzuki SX4 S-Cross Anyar Resmi Diluncurkan

Oleh karenanya, Carmudian juga perlu melakukan pengecekan dipstick pelumas mesin secara rutin. Mungkin seminggu sekali.

Selain memperhatikan volume, Carmudian juga wajib menggunakan pelumas yang sesuai spesifikasi mobilnya.

Agar tidak salah pakai oli, disarankan untuk membaca buku panduan pengguna.

“Produk pelumas Pertamina dilengkapi dengan formulasi Nano Guard Technology; teknologi pelumas sintetis untuk mesin bensin terbaru dan dirancang dengan cermat untuk memenuhi persyaratan performa teratas yang terbukti efektif melindungi mesin dan membersihkannya secara menyeluruh hingga celah tersempit,” tutup Brahma.