Harga Mobil Listrik Komersial Pertama Di Indonesia Bakal Turun Tahun Depan

Harga Mobil Listrik Komersial Pertama Di Indonesia Bakal Turun Tahun Depan
Harga Mobil Listrik Komersial Pertama Di Indonesia Bakal Turun Tahun Depan

Mobil listrik komersial pertama di Indonesia keluaran DFSK bakal mengalami penurunan harga. Mobil bernama DFSK Gelora E rencananya bakal dirakit secara lokal di Banten.

DFSK Gelora E pertama kali diperkenalkan ke publik pada Maret 2020. Kemudian pada April 2021 resmi dipasarkan dan menjadikannya sebagai mobil listrik komersial pertama di Tanah Air.

PT Sokonindo Automobile selaku Agen Pemegang Merek (APM) mobil DFSK, memasarkan mobil listrik pertamanya itu dalam dua tipe. Ada Gelora E Mini Bus dan Gelora E Blind Van. Harga terbaru per November 2022 untuk masing-masing tipe berada di angka Rp582,1 juta dan Rp484 juta.

Gelora E sendiri hingga sekarang masih diimpor utuh atau Completely Built Up (CBU) dari China, maka wajar bila harganya cukup tinggi.

READ  Mobil Listrik Wuling Lebih Laris dari Mobil Bensinnya

“Sementara ini dari tahun lalu kami perkenalkan dalam bentuk CBU dari china. Kendalanya pajak impor dari China 40 persen, itulah mengapa harga Gelora E ini mahal,” ungkap Sales and Marketing Director PT Sokonindo Automobile, Rifin Tanuwijaya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi VII DPR RI dengan Direktur Jenderal ILMATE Kementerian Perindustrian, 9 November.

Kabar baiknya, harga mobil listrik komersial ini tak lama lagi akan turun cukup drastis. Sebab, DFSK tidak lagi mengimpornya secara utuh melainkan akan merakit Gelora E di pabrik milik mereka yang berada di Cikande, Serang, Banten.

“Semenjak keluar Inpres Nomor 7 Tahun 2022 dari presiden kami sudah melakukan training akan rakit (Gelora E) di Januari 2023. Harganya turun Rp200 juta. Jadi untuk Gelora E Blind Van menjadi Rp350 juta dan untuk Mini Bus-nya Rp399 juta,” terang Rifin.

READ  Konsumen Tunda Beli Mobil Listrik, Menperin: Tunggu Insentif

Nantinya Gelora E yang dirakit di Banten, tidak cuma diperuntukkan bagi pasar domestik saja, tapi juga akan dikapalkan ke berbagai negara.

“Kami akan ekspor Gelora E ini ke beberapa negara di ASEAN dan beberapa negara di Afrika. Karena untuk Indonesia ini kendaraan EV pertama yang komersial, kalau teman kami main di mobil penumpang, kami main di komersial. Beberapa perusahaan besar yang peduli lingkungan itu sudah pakai Gelora E di Indonesia,” sambungnya.

Spesifikasi DFSK Gelora E
DFSK Gelora E Mini Bus maupun Blind Van memiliki panjang 4.500 mm, lebar 1.680 mm dan tinggi 2.000 mm.

READ  Tiga Merek Sudah Bikin Mobil Listrik di Indonesia, Siapa Menyusul?

Khusus tipe Mini Bus memiliki kemampuan menampung hingga 7 penumpang di kabin, sedangkan tipe satunya lagi hanya 2 penumpang saja, karena baris belakang tanpa bangku dan digunakan untuk meletakkan barang.

Sumber tenaga Gelora E berasal dari baterai berkapasitas 42 kWH yang diklaim mampu membuatnya berjelajah hingga 300 km. Baterainya sudah didukung fitur fast charging sehingga pengisian daya 20-80% hanya membutuhkan waktu 80 menit saja.

“Gelora E ini juga bisa dicas di rumah, jadi enggak perlu ke Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Kalau dicas di rumah butuh 8 jam,” pungkas Rifin.

Mobil berbentuk kotak ini juga didukung oleh motor listrik jenis Permanent Magnet Synchronous Motor bertenaga maksimal 60 kWh dan torsi puncak 200 Nm.