Beranda Otomotif Kebiasaan yang Salah Ketika Berkendara dengan Mobil Bertransmisi Manual

Kebiasaan yang Salah Ketika Berkendara dengan Mobil Bertransmisi Manual

116
0
Mobil Bertransmisi Manual
Mobil Bertransmisi Manual

Meski saat ini kendaraan dengan transmisi otomatis menjadi popular dan sebagai pilihan favorit berkendara di perkotaan yang padat, namun mobil bertransmisi manual tetap banyak digunakan dan digemari.

Sama seperti matic, mobil bertransmisi manual juga tetap butuh perlakuan yang baik agar awet dan dapat digunakan dalam jangka waktu yang lebih panjang.

Hariadi, Asst. to Service Dept. Head PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) memberikan kiat-kiat merawat mobil bertransmisi manual.

Perilaku Menginjak Pedal Akselerator
Injak pedal akselerator secara perlahan ketika putaran mesin masih rendah. Saat melaju dengan kecepatan rendah pada gigi percepatan yang lebih tinggi, hindari perilaku menginjak pedal akselerator secara dalam dan mendadak, karena hal ini sama saja memaksa mesin untuk bekerja sangat keras.

READ  Rahasia Jitu RTV Slot Terbaru 2023 Di jamin Menang!

Perilaku tersebut dapat menyebabkan tekanan dan beban yang tidak semestinya terjadi pada mesin, yang pada akhirnya akan berdampak pada performa dan keawetan mesin.

Jika pengendara memerlukan penambahan kecepatan, lebih baik pengendara menginjak pedal akselerator dengan perlahan atau dengan menurunkan gigi percepatan transmisi terlebih dahulu sebelum berakselerasi.

Deselerasi secara Halus
Dalam kondisi tertentu yang masih aman, penurunan kecepatan atau deselerasi dapat saja terjadi secara efisien tanpa banyak menginjak pedal rem secara dalam, asalkan urutannya sudah benar.

Di sini maksudnya, dengan urutan adalah perpindahan dari gigi percepatan tinggi ke gigi percepatan yang lebih rendah harus dilakukan. Misalnya saja Anda sedang berkendara pada gigi 4 maka tidak boleh langsung pindah ke gigi 2 apalagi gigi 1.

READ  Spesifikasi dan Harga Yamaha Freego 125 Connected 2022, Isi Bensin Tak Perlu Turun Jok

Perpindahan harus melalui gigi 3 terlebih dahulu sehingga perpindahan juga terjadi dengan lebih halus dan menjaga kualitas mesin, kecuali dalam kondisi emergency atau darurat untuk menurunkan percepatan kendaraan.

Engine Brake
Saat terjadi engine brake maka konsumsi bahan bakar akan berkurang dan kendaraan akan melambat. Jika dilakukan, maka penggunaan rem juga dapat diminimalisir sehingga kanvas rem lebih awet.

Putaran yang terjadi pada mesin akan menahan kecepatan mobil dan jika sudah diperlukan pengendara bisa kembali menginjak pedal akselerator.

Teknik ini digunakan agar mobil lebih mudah dikendalikan, baik pada kondisi jalanan menurun, pada saat hujan dan saat melaju di jalan raya.

Melepas Pedal Kopling secara Perlahan
Melepas pedal kopling secara cepat akan membuat kendaraan tersentak sekaligus memberikan tekanan lebih pada mesin dan transmisi. Hal ini akan berpengaruh karena akan menyebabkan kopling menjadi panas dan jika hal ini diteruskan atau menjadi kebiasaan akan menyebabkan umur pakai komponen kopling lebih cepat.

READ  Suka Bepergian Bersama Bayi atau Balita? Barang-Barang ini Harus Ada di Mobil Kamu

Maka dari itu pengendara harus memperhatikan cara melepaskan kopling secara perlahan agar mobil tidak berjalan dengan menyentak.

“Kebiasaan tersebut sebisa mungkin diterapkan maupun dihindari untuk yang negatifnya, agar tetap perjalanan tetap terasa aman dan nyaman ketika berkendara jarak dekat maupun jauh. Pengendara pun juga harus memastikan untuk selalu melakukan perawatan rutin untuk hindari adanya kerusakan yang mempengaruhi tingginya biaya perawat,” jelas Hariadi.