Konsumen Tunda Beli Mobil Listrik, Menperin: Tunggu Insentif

Konsumen Tunda Beli Mobil Listrik, Menperin: Tunggu Insentif
Konsumen Tunda Beli Mobil Listrik, Menperin: Tunggu Insentif

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menanggapi adanya kekhawatiran munculnya masalah baru lantaran belum finalnya kebijakan pemberian insentif untuk pembelian mobil listrik dan hybrid serta sepeda motor listrik.

Sejumlah agen pemegang merek (APM) mengkhawatirkan kebijakan ini justru akan menunda masyarakat untuk membeli mobil listrik atau sepeda motor listrik.

“Saya paham sekali bahwa sekarang sudah ada disrupsi, gangguan, artinya banyak calon-calon buyer yang akhirnya hold membeli mobil listrik karena menunggu insentif,” kata Agus Gumiwang dalam konferensi pers akhir tahun 2022 Kemenperin, di Jakarta.

READ  Bamsoet Dorong IMI Gali Potensi Pebalap Muda di 514 Kabupaten/Kota

Menperin juga mengaku baru saja mengunjungi pabrik Hyundai. Dalam kunjungan tersebut, Menperin menyampaikan bila nantinya kebijakan ini dikeluarkan, perusahaan otomotif akan panen.

“Saya sampaikan kepada mereka, nanti begitu kita keluarkan insentif, kalian akan panen luar biasa. Seperti ketika saya menyampaikan dalam waktu dekat pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) akan kita keluarkan relaksasinya, market hold. Ini juga kita lihat. Begitu kemudian pemerintah menerbitkan kebijakannya, perusahaan-perusahaan otomotif itu panen,” ujarnya.

Menperin dalam kesempatan ini juga membantah kabar kebijakan insentif pembelian mobil dan motor listrik ini akan berlaku mulai Juni 2023.

READ  Mobil Listrik Nissan LEAF Segera Mengaspal di Jalanan Indonesia

Menurutnya, belum ada keputusan kapan kebijakan ini mulai diimplementasikan. Formula subsidi tersebut saat ini juga masih dalam tahap finalisasi.

“Rapat pertama tahun 2023 membahas insentif ini barangkali awal-awal atau minggu pertama Januari, itu yang akan dikoordinir Pak Menko Perekonomian. Kemudian setelah pemerintah menyepakati satu formulasi, baru kita bicara dengan DPR, jadi belum ada time frame-nya. Kalau bisa lebih cepat dari Juni ya alhamdulillah, lebih bagus lagi,” kata Menperin.