Masyarakat Tak Setuju Kendaraan Listrik Solusi Utama Kurangi Polusi Udara Jakarta

Masyarakat Tak Setuju Kendaraan Listrik Solusi Utama Kurangi Polusi Udara Jakarta

Jakarta Analisis yang di jalankan oleh Institute For Development of Economics plus Finance (INDEF) mengungkapkan solusi yang paling kondang di dalam menekan polusi hawa di Jakarta.

Menambah penggunaan transportasi lazim jadi solusi terpopuler di dalam analisis tersebut, capai 4,100 di susul oleh kendaraan listrik sebesar 1,500 dan kebijakan bekerja berasal dari rumah atau Work From Home (WFH) sebesar 1,300.

“Penggunaan transportasi umum, penggunaan kendaraan listrik, dan WFH jadi solusi paling kondang atau yang paling mendapat perhatian masyarakat,” demikianlah paparan Data Analyst Continuum Rtp Slot INDEF Maise Sagita, di dalam Diskusi Publik Continuum INDEF, yang di siarkan secara daring pada Selasa (22/8/2023).

READ  Sejarah Singkat Tercetusnya Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928

Tetapi Maise termasuk mengingatkan, kepopuleran ini bukan artinya menyatakan bahwa penduduk sepakat dapat pemberlakukan ketiga langkah tersebut.

“Ini cuma menyatakan bahwa publik itu aware dengan solusi yang di usulkan pemerintah,” jelasnya.

Mayoritas Tak Setuju

Hasil analisis lainnya menunjukkan, 92,1 % publik di fasilitas sosial mengungkapkan tidak sepakat dengan penggunaan kendaraan listrik sebagai upaya menekan polusi udara. Hal itu tidak benar satunya karena, andaikata berubah ke kendaraan listrik, asap PLTU justru tambah mengepul.

“Publik justru mempertanyakan mengapa pemerintah terkesan jualan mobil listrik terus dan mulai pergantian ke mobil listrik tidak ada efeknya andaikata pembangkit listrik selalu menggunakan batubara yang membuahkan polutan,” papar Maise.

READ  Wanita Harus Tahu, Tidak Disarankan pakai Rok Ketat saat Nyetir Motor

Analisis Continuum INDEF mencatat, 70,8 publik fasilitas sosial berpikiran asap PLTU dapat tambah mengepul jikalau lakukan pergantian kendaraan ke mobil listrik.

Latar Belakang Analisis

Sebagai informasi, INDEF lakukan analisis pendapat penduduk di fasilitas sosial, fasilitas dan buzzer free.

Analisis ini mengumpulkan pendapat berasal dari 44,268 pembicaraan, 35.590 account fasilitas sosial,dan 85 % pembicaraan berada di Pulau Jawa.

Analis pendapat penduduk yang di jalankan pada periode 21 Juli hingga 20 Agustus 2023 itu termasuk analis eksposur perbincangan, analisis sentimen, dan analisis topik perbincangan.

READ  Akibat Hujan Deras Malam Minggu, Satu Pemotor Kena Imbas Tewas Tertimpa Pohon