Mobil Matic Bisa Loyo Tak Kuat Nanjak Gegara Tuas Transmisinya

Mobil Matic Bisa Loyo Tak Kuat Nanjak Gegara Tuas Transmisinya
Mobil Matic Bisa Loyo Tak Kuat Nanjak Gegara Tuas Transmisinya

Salah satu hal yang sering diperdebatkan mengenai mobil matic yakni kemampuannya melahap tanjakan. Padahal, mobil matic bisa lancar-lancar saja melibas tanjakan asal pengemudinya menempatkan tuas transmisinya di posisi yang tepat.

Cara pengoperasian mobil matic memang cukup praktis. Tinggal geser tuas transmisi ke posisi D dan injak gas, mobil sudah bisa berjalan. Selanjutnya, pengemudi tinggal menginjak gas dan rem saja sesuai kondisi jalan.

Hal ini yang barangkali membuat beberapa pengemudi terlena karena kenyamanannya. Sehingga saat melewati tanjakan lupa memindahkan tuas transmisi ke gigi yang lebih rendah. Akibatnya, mobil matic seakan loyo tak bertenaga melewati tanjakan. Apalagi jika tanjakan yang dilewati cukup curam.

READ  Kelebihan Mobil & Motor Listrik Dibandingkan Kendaraan Konvensional

Sebenarnya, mobil matic tetap bisa melaju di tanjakan dengan posisi tuas transmisi di D. Apalagi matik konvensional AT, apabila pengemudi menginjak gas cukup dalam saat nanjak, yang terjadi selanjutnya rasio giginya membaca putaran mesin lebih tinggi dari lajunya. Sehingga bisa shifting langsung turun sendiri giginya baik dari D ke 3 atau 2.

Tapi tentu hal itu membuat berkendara menjadi tidak nyaman. Karena itu, agar melibas tanjakannya lebih lancar, sebaiknya langsung turun ke gigi yang lebih rendah. Ini dilakukan agar mobil tak kehilangan tenaga dan momentum pergerakannya saat menanjak. Sebab ketika gigi hendak berpindah ke rendah, akan terjadi momentum kehilangan torsi yang bisa membuat mobil kehilangan tenaga dan susah menanjak.

READ  Suzuki Satria F150 Terbaru Versi Vietnam, Ada Yang Unik, Beda dari Versi Indonesia

Sehingga muncul anggapan mobil matik susah buat nanjak. Padahal untuk melahap tanjakan pakai mobil matik, bisa ikuti tahapan yang sama seperti mobil manual. Yakni berganti-ganti pakai gigi rendah supaya tenaga dan torsinya cukup.

Soal ini, banyak pengemudi mobil matic yang ragu dan bingung. Pemahaman pengemudi mengenai mobil matic sebatas injak gas dan rem, tak disertai teknik menanjak yang tepat. Terlebih juga ternyata banyak yang ragu menurunkan gigi percepatannya bisa langsung atau harus berhenti dulu. Makanya tak sedikit pengemudi mobil matic AT tetap memposisikan transmisi di D.

READ  Mengapa Menyalakan Mobil Matic Mesti Injak Rem Dulu

Sebenarnya, tak perlu berhenti dulu. Jalan seperti biasa dan pindahkan dari D kemudian ke 3, lalu ke 2, seterusnya ke L atau 1 bisa. Dari D langsung ke 2 juga bisa.

Adapun mengemudikan mobil matic AT dalam posisi D artinya laju kendaraan akan bertahap dari gigi 1-2-3-4. Sementara bila menggesernya ke 3 atau overdrive, maka percepatannya dari 1 sampai 3. Kondisi ini ideal untuk menyalip atau tanjakan ringan.

Kemudian mengaktifkan 2, maka perpindahan giginya cuma 1 ke 2. Posisi tersebut cocok untuk melahap tanjakan yang curam cenderung panjang. Sementara gigi L atau 1, sebaiknya untuk menanjak jalanan curam yang pendek, sehingga mencegah gigi ganti sendiri ke yang tinggi.