Modifikasi Mobil Agar Irit BBM Bisa Pakai Cara Ini, Tapi Ada Efek Lainnya

Modifikasi Mobil Agar Irit BBM Bisa Pakai Cara Ini, Tapi Ada Efek Lainnya
Modifikasi Mobil Agar Irit BBM Bisa Pakai Cara Ini, Tapi Ada Efek Lainnya

Melakukan modifikasi mobil agar irit BBM mungkin bisa jadi salah satu solusi menyikapi kenaikan harga bahan bakar belakangan ini.

Sebenarnya ada beberapa modifikasi yang bisa dilakukan agar konsumsi BBM mobil menjadi lebih irit.

Namun harus diingat, dalam melakukan modifikasi tentunya tetap ada keuntungan dan kerugiannya.

Tak hanya itu, biaya yang dikeluarkan juga tentu tak sedikit dalam melakukan modifikasi, khususnya pada mobil.

Modifikasi Mobil Irit BBM
Kira-kira apa saja modifikasi pada mobil yang bisa membuat konsumsi BBM menjadi lebih irit?

Berikut kami rangkum di bawah ini.

Melakukan Porting Polish
Langkah modifikasi mobil pertama yang bisa membuat irit BBM yakni melakukan porting polish.

Porting polish sendiri merupakan sebuah teknik untuk menghaluskan permukaan internal mesin, terutama di bagian intake port dan exhaust.

Tujuan dari melakukan teknik ini agar mendapatkan hisapan volume udara dan bahan bakar yang masuk menjadi lebih lancar dan besar. Untuk melakukan hal ini tentu tidak bisa dilakukan secara asal-asalan.

Mengapa harus dihaluskan? Sebab biasanya pabrikan mobil membuat kepala silinder tidak selaras dan punya kontur yang kasar.

Lalu, apa efek yang akan didapatkan ketika kepala silinder dibuat halus?

Hisapan lubang intake dan exhaust yang sudah dihaluskan bisa mempercepat gas bakar masuk ke dalam ruang bakar dan keluar tanpa terhalang kerak yang menempel di mesin.

READ  Syarat dan Langkah Bayar Pajak Motor Atas Nama Orang Lain

Hal ini akan membuat kerja mesin menjadi lebih ringan dengan tenaga yang dihasilkan jadi lebih besar.

Untuk melakukan modifikasi satu ini, tentu butuh biaya yang tidak murah tentunya.

Umumnya jasa modifikasi ini berkisar di antara Rp3 jutaan sampai Rp10 jutaan tergantung mobilnya.

Di atas kertas, tenaga mesin yang sudah porting polish bisa terdongkrak 50% hingga 80%. Pemilik tak perlu menginjak gas dalam-dalam untuk mengeluarkan tenaga lantaran mesin menjadi lebih optimal.

Tapi harus diingat juga, melakukan modifikasi porting polish juga harus dihitung dengan benar. Jika dilakukan berlebihan, konsumsi BBM mobil malah bisa jadi lebih boros.

Mengganti Ban Eco
Modifikasi lainnya untuk membuat mobil menjadi lebih irit BBM yakni mengganti ban.

Carmudian sudah pernah mendengar belum istilah ban dengan rolling resistance yang rendah sebelumnya?

Jika mengacu dalam Bahasa Indonesia rolling resistance merupakan tahanan gelincir atau tahanan gelinding yang bisa menahan laju putar benda dari gaya yang ada di permukaan jalan.

Hambatan putaran ban yang menempel ke aspal lebih rendah, sehingga mobil bisa melaju dengan ringan. Umumnya ban jenis Eco menggunakan material silica pada thread compound atau area tapak ban.

READ  Pilihan Mobil SUV Bekas Harga Dibawah 100 Juta

Tapi, seberapa besar efek irit BBM yang dihasilkan dari penggunaan ban jenis Eco seperti ini?

Menurut banyak peneliti, ban dengan rolling resistance ini bisa berpengaruh terhadap konsumsi BBM yang rendah.

Namun, walaupun begitu masih banyak juga orang yang kurang percaya dengan hal ini.

Memasang Open Filter
Pabrikan biasanya membuat filter udara mesin dengan tertutup agar tidak mudah kemasukan kotoran.

Nah, ada komponen aftermarket bernama open air filter yang menggantikan filter udara bawaan pabrik.

Modifikasi satu ini dinilai juga bisa membuat konsumsi BBM menjadi lebih irit. Perlu diketahui juga kalau memakai komponen ini sebenarnya tidak terlalu berpengaruh signifikan menjadi mobil jadi jauh lebih irit.

Pasokan udara yang masuk ke dalam mesin jadi lebih lancar. Efeknya tenaga mesin akan meningkat 3-5% lebih baik dibandingkan standarnya.

Remap ECU
Modifikasi lain yang bisa dilakukan untuk membuat konsumsi BBM mobil jadi lebih irit yakni melakukan remapping ECU atau remap ECU. Carmudian pasti sering mendengar istilah remap ECU.

Sebenarnya apa sih artinya?

Tujuan melakukan remap ECU sebenarnya untuk mengubah pengaturan pada beberapa parameter yang terkait kontrol mesin.

Gampangnya, remap ECU ini menggali potensi yang jauh lebih besar dari ECU bawaan pabrik. Maklum, setiap pabrikan umumnya membatasi performa mesin lewat ECU demi alasan keamanan berkendara.

READ  Manfaat Ikan Gabus: Sumber Protein, Mudah Didapat

Perubahan pengaturan tersebut punya tujuan agar performa mesin bisa 10-30% lebih baik dari standarnya. Untuk melakukan hal ini bisa dilakukan dengan mendatangi bengkel-bengkel yang memiliki alat remap.

Supaya ada gambaran, misalnya sebuah mobil Toyota Kijang Innova dengan mesin diesel berkode 2KD-FTV dengan kapasitas mesin 2.500 cc, 4 silinder mempunyai tenaga bawaan di angka 104 hp.

Setelah di-tuning atau remap, mesin tersebut ternyata mampu menghasilkan tenaga hingga 120 hp atau mengalami kenaikan hingga 16 hp.

Hal tersebut tentunya mampu membuat tenaga mesin menjadi lebih besar dari setelan bawaan pabrik.

Tenaga yang besar ini bisa mempengaruhi konsumsi BBM-nya juga, lho. Jika awalnya mesin tersebut memiliki konsumsi BBM di angka 1:12 km/liter, setelah di remap menjadi lebih baik menjadi 1:15 km/liter.

Ini menjadi salah satu gambaran yang bisa dihasilkan dari kegiatan remap ECU.

Lantas, berapa sih kisaran biaya yang harus disiapkan untuk remap ECU ini?

Untuk melakukan remap ECU Carmudian setidaknya siapkan saja dana di angka Rp2-5 jutaan tergantung bengkel dan mobil.

Cara ini lumrah dilakukan bagi para pemilik mobil, terutama mereka yang doyan memacu adrenalin di jalan raya.