Motor Listrik United Akan Dibanderol di Bawah Rp 20 Juta

Motor Listrik United Akan Dibanderol di Bawah Rp 20 Juta
Motor Listrik United Akan Dibanderol di Bawah Rp 20 Juta

Motor listrik yang menjadi primadona transportasi masa depan, belakangan ini hangat dibicarakan. Menariknya, harga awal yang terbilang cukup tinggi, kini bisa cukup murah dan harga ekonomis, bahkan di bawah Rp 20 juta.

PT Terang Dunia Internusa, selaku produsen motor listrik United E-Motor Tech, berencana meluncurkan beberapa produk baru tahun depan.

“Kami juga telah mempersiapkan rangkaian line-up United E-Motor Tech terbaru yang siap untuk kami luncurkan di tahun depan,” ucap Direktur PT Terang Dunia Internusa, Henry Mulyadi saat konferensi pers di United Bike, Tangerang.

Perusahaan menyebut brand United E-Motor Tech yang merupakan motor listrik dipastikan diproduksi di Indonesia dengan keunggulan inovatif, adaptif dengan kemajuan teknologi, bergaransi dan eco-friendly.

Bukan cuma satu, Henry menyebut pihaknya tengah mempersiapkan dua sampai tiga motor listrik baru dengan harga yang relatif terjangkau. Namun, dengan catatan pemerintah benar-benar merealisasikan wacana insentif berupa subsidi kendaraan listrik Rp 8 juta untuk setiap pembelian unit motor listrik.

READ  Rekomendasi Motor Listrik Rp15 Jutaan, Cocok Dipakai Masyarakat Urban

Pihaknya mendukung rencana pemerintah terkait kebijakan kendaraan listrik dengan memberikan subsidi untuk pembelian mobil dan motor listrik. Diakui kebijakan ini otomatis dapat meningkatkan penjualan motor listrik di Indonesia, sekaligus mewujudkan target elektrifikasi di sektor transportasi.

“Jadi harga produk baru kami nanti akan ada di rentang Rp 15 juta sampai Rp 20 juta, kami akan buat dua atau tiga model di sana,” lanjutnya.

Jika sesuai rencana, motor baru United E-Motor Tech ini akan diluncurkan pada kuartal pertama 2023.

“Launchingnya perkiraan akan di bulan Januari atau Februari. Mungkin peluncurannya satu per satu dulu, karena developmentnya masih berjalan terus,” urai dia.

Guna mendukung rencana tersebut, perusahaan yang merupakan produsen motor listrik dalam negeri sudah memiliki pabrik dan supply chain lokal, mengambil sebuah langkah besar dengan menambah modal sebesar Rp 124 miliar demi menunjang produksi pabrik United E-Motor Tech di Tanah Air.

READ  Cek Bagian Ini Jika Pedal Rem Terasa Naik Turun Sendiri Pas Lagi Jalan

Henry mengungkapkan, investasi tersebut akan digunakan untuk pembelian pabrik seluas 54.000 meter persegi, serta bangunan pabrik seluas 35.000 meter persegi. Nantinya pabrik tersebut akan memproduksi sebanyak 500.000 unit motor listrik per tahunnya.

Tak hanya itu, investasi tersebut juga meliputi fasilitas penunjang lainnya seperti produksi spare parts, dan peralatan kerja lain macam welding, painting, assembling dan alat pengetesan.

Selain itu, United E-Motor memastikan produk yang akan dibuat pada 2023 bakal memiliki persentase Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) cukup besar.

“Produk United E-Motor Tech memiliki persentase Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang cukup besar, sekitar lebih dari 50% untuk produksi 2023. Jadi tidak diragukan lagi bahwa produk United E-Motor Tech sangat berperan dalam pertumbuhan perekonomian nasional,” imbuh Henry.

Bukan hanya itu, perusahaan juga berencana untuk mengekspor produk mereka ke pasar mancanegara. Motor ini juga sudah dikenalkan pada penyelenggaran Presidensi G-20 di Bali pada 15-16 November 2022 lalu.

READ  Kebiasaan yang Salah Ketika Berkendara dengan Mobil Bertransmisi Manual

“Tidak hanya untuk pasar lokal, motor listrik produksi dalam negeri ini turut diekspor ke mancanegara. Untuk awalnya kami tengah melakukan pembicaraan ke Malaysia, Vietnam dan Singapura. Saat ini sedang dalam pembahasan. Tetapi saat ini kami fokus di Tanah Air dahulu,” ungkap Henry.

Sebelumnya, pemerintah telah mengumumkan kebijakan terkait pemberian insentif berupa subsidi terhadap pembelian kendaraan listrik, baik mobil maupun motor. Hal tersebut diumumkan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangan pers melalui siaran YouTube Sekretariat Presiden.

Agus menerangkan bahwa subsidi tersebut akan diberikan kepada pembeli kendaraan listrik dari produsen yang memiliki pabrik di Indonesia. Ditambahkannya, insentif untuk pembelian motor listrik yang baru sebesar Rp 8 juta, sedangkan untuk motor yang dikonversi menjadi motor listrik sebesar Rp 5 juta.