PDIP Jadi Magnitude bagi Partai Lain

PDIP Jadi Magnitude bagi Partai Lain
PDIP Jadi Magnitude bagi Partai Lain

Direktur Riset dan Program Algoritma Fajar Nursahid mengatakan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menjadi magnitude atau ukuran bagi partai lain untuk membentuk koalisi menghadapi Pemilu 2024 mendatang. Ia menyatakan salah satu faktornya adalah PDIP merupakan satu-satunya partai yang memenuhi ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold.

“Dalam konteks ini saya setuju bahwa PDIP adalah magnitude dari koalisi, karena semua menunggu siapa yang akan didorong, misalnya mendorong Pak Ganjar, maka yang lain akan melakukan adjustment dengan koalisi itu, apakah akan bergabung atau menjadi oposisi,” kata Fajar.

Lebih lanjut ia menyatakan perlunya membangun koalisi yang kuat dalam menghadapi Pemilu 2024. Meski demikian, katanya, hingga saat ini peluang koalisi masih bersifat dinamis dan masih terbuka bagi seluruh partai.

READ  Parliament Approves Admiral Yudo Margono As The New Military Commander in Indonesia

“Selama ini kan tidak ada satu pun partai yang cukup kecuali PDIP, tinggal kemudian membangun koalisi yang kuat menjadi hal yang penting, jadi kemudian sampai menjelang pendaftaran calon masih akan terus terbuka untuk itu,” katanya.

Survei Algoritma Research and Consulting menunjukkan elektabilitas PDIP menjadi yang tertinggi. Sebanyak 22,1% respoden mengaku akan memilih PDIP, namun ada 17,3% responden yang menyatakan tidak akan memilih parpol dimaksud.

“PDIP meskipun dia juga merupakan partai yang sangat tinggi elektabilitasnya, tetapi resistensinya juga lumayan tinggi. Cuma hati-hati membacanya karena ini bukan mengurangkan, 22% dikurang 17% sehingga 5%, bukan begitu,” ungkap Fajar.

READ  KPK Sebut Akan Lakukan Upaya Paksa Terhadap Tersangka Kasus LNG Pertamina

Selanjutnya ada Partai Gerindra dengan elektabilitas 12,2% dan resistensi 3%; Partai Nasdem dengan elektabilitas 7,9% dan resistensi 2,2%; Partai Golkar dengan elektabilitas 7,6% dan resistensi 3,2%; serta Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan elektabilitas 6,8% dan resistensi 1,6%.

Kemudian ada Partai Demokrat dengan elektabilitas 5,3% dan resistensi 2%; Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan elektabilitas 4,2% dan resistensi 4,5%; Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dengan elektabilitas 2,2% dan resistensi 1,1%; serta Partai Amanat Nasional (PAN) dengan elektabilitas 1,9% dan resistensi 2,1%.

READ  Wapres Prioritaskan Pengembangan Pendidikan Vokasi Bagi Orang Asli Papua

“Ini adalah sebuah peta yang mungkin menggambarkan kutub-kutub ideologi partai corak partai yang orang itu kalau sudah kanan sekali atau kiri sekali, orang kemudian yang kanan sekali mungkin ada resistensi,” ujar Fajar.

Dalam survei ini, jumlah sampelnya sebanyak 1.214 responden yang terbagi secara proporsional berdasarkan jumlah pemilih. Hasil dari survei ini mewakili pendapat penduduk usia dewasa atau usia pilih secara nasional.

Margin of error survei ini +/- 3% dengan tingkat kepercayaan 95%. Data dalam survei ini diperoleh pada 19 sampai 30 Desember 2022 lewat wawancara tatap muka memakai kuesioner, dilakukan oleh 66 enumerator.