Beranda Otomotif Uji Irit Konsumsi BBM Hyundai Stargazer Di Tol

Uji Irit Konsumsi BBM Hyundai Stargazer Di Tol

139
0
Uji Irit Konsumsi BBM Hyundai Stargazer Di Tol
Uji Irit Konsumsi BBM Hyundai Stargazer Di Tol

Carmudian mungkin penasaran konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) Hyundai Stargazer irit atau sebaliknya.

Carmudi dan awak media lain mendapat kesempatan untuk menguji keiritan konsumsi BBM mobil tersebut di jalan tol Malang ke Solo, Kamis (1/9/2022).

Uji irit konsumsi BBM Stargazer ini dilakukan tepatnya dari rest area KM 626 B menuju rest area KM 519 B.

Carmudi dan dua awak media lain yang berada dalam satu mobil menguji mobil tersebut dengan kecepatan sekitar 80-100 km per jam serta AC dalam kondisi menyala.

READ  Mengapa Masyarakat Perlu Punya Kendaraan Listrik?

Bobot mobilnya sendiri sekitar 330 kg. Selain tiga orang jurnalis dewasa, mobil ini turut memuat banyak karung beras di bagasi.

Selain itu, kami menggunakan mode berkendara Eco. Tidak banyak jalan tanjakan maupun turunan yang kami lalui.

Sesampainya di rest area KM 519 B, Stargazer yang kami kendarai mencatat angka konsumsi BBM hingga 19,7 km per liter.

Angka tersebut didapat dengan memakai metode full to full. Sebenarnya, konsumsi BBM Stargazer ini bisa lebih irit. Pada unit Stargazer lain yang juga ikut test drive, konsumsi BBMnya mencapai 24-25 km per liter.

READ  Pensiunan Bos Daihatsu Indonesia Buka Diler Chery

Bahkan, ada yang konsumsi BBMnya tembus hingga 30 km per liter. Kondisinya AC tidak dinyalakan dan kecepatan di bawah 80 km per jam.

Tips Jaga Konsumsi BBM Hyundai Stargazer Irit

Fatoni selaku Technical Expert PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) menyampaikan beberapa tips menjaga konsumsi BBM Stargazer tetap irit pada para awak media.

“Pertama, gunakan mode Eco saat berkendara. Lalu, hindari penggunaan AC yang berlebihan,” jelasnya di Surabaya, Jawa Timur, beberapa waktu yang lalu.

Lebih detailnya, berikut ini adalah empat tips bagi yang ingin konsumsi BBM irit saat berkendara dengan Stargazer.

  1. Atur mode berkendara jadi Eco.
  2. Hindari akselerasi dan deselerasi yang instan.
  3. Mempertahankan kecepatan konstan antara 70-80 km per jam.
  4. Meminimalisir penggunaan AC.
  5. Meminimalisir penggunaan kelistrikan (head unit, pengecasan dengan power outlet, USB, atau wireless).