Wapres Prioritaskan Pengembangan Pendidikan Vokasi Bagi Orang Asli Papua

Wapres Prioritaskan Pengembangan Pendidikan Vokasi Bagi Orang Asli Papua
Wapres Prioritaskan Pengembangan Pendidikan Vokasi Bagi Orang Asli Papua

Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin menegaskan akan memberikan prioritas pengembangan pendidikan vokasi bagi orang asli Papua. Ini diperlukan sebagai pendekatan yang baru dalam proses percepatan pembangunan kesejahteraan Papua.

“Kita akan berikan prioritas dalam pengembangan vokasi sebagai pendekatan baru Papua ke depan,” tegas Wapres saat meresmikan Gedung Somatua Training Center di Rimba Papua Hotel, Jl. Kwamki Narama No. 1, Kecamatan Mimika Baru, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah.

Pada kesempatan itu, Wapres menegaskan jika sumber daya manusia (SDM) unggul menjadi prioritas pemerintah dalam menghasilkan tenaga yang ahli, berkualitas, dan berdaya saing tinggi. Tidak terkecuali di Tanah Papua yang menjadi fokus pemerintah dalam memajukan kesejahteraan masyarakatnya.

READ  Tantangan Kendaraan Listrik di RI: Dari SPKLU sampai Ketakutan Masyarakat

Wapres pun memuji kemampuan yang dimiliki anak muda Papua saat melakukan peninjauan Somatua Training Center di Mimika, Provinsi Papua Tengah. “Saya merasa bangga ada banyak putra putri Papua yang mendorong lahirnya wirausaha baru dan juga calon pekerja yang terampil,” ujarnya.

“Saya harapkan agar semakin maju dan berkembang di masa yang akan datang,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Wapres juga memberikan ucapan selamat kepada Somatua Training Center yang 14 program dari jurusannya telah mendapatkan akreditasi.

“Sekali lagi, selamat kepada Somatua Training Center, selamat atas berhasilnya akreditasi 14 program,” pungkas Wapres.

READ  Manfaat Daun Tempuyung, Obat Penyakit Dalam dari Alam

Acara dilanjutkan dengan penekanan tombol oleh Wapres sebagai tanda Peresmian Gedung Somatua Training Center yang dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti.

Somatua Training Center merupakan sebuah lembaga pendidikan yang telah berdiri sejak tahun 2020, yang bertujuan untuk mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia putra-putri di Tanah Papua. Lembaga pelatihan ini berfokus pada keterampilan bidang pertambangan, seperti operator alat berat, listrik, konstruksi, dan mekanik.